Tag

,

Lari, sejatinya adalah aktivitas fisik yang sangat dianjurkan oleh para dokter dan ahli kesehatan. Lari pagi atau jogging misalnya sangat bermanfaat untuk tubuh manusia diantaranya membuat jantung kita lebih kuat, dimana semakin memperlancar peredaran darah dan pernafasan; mempercepat sistem pencernaan dan membantu kita menyingkirkan masalah pencernaan. Disamping itu lari pagi juga dapat membantu kita membakar lemak dan mengatasi kegemukan bahkan dapat membuat tidur kita lebih nyenyak.

Namun, apa yang baru saja saya temui pagi ini sungguh mencerminkan suasana yang berbeda. Beberapa orang anak muda terlihat tergesa-gesa berlarian kesana kemari di dalam koridor jembatan sekitar terminal busway di daerah Sudirman. Seorang ibu-ibu juga terlihat tergopoh-gopoh berlari sambil menggendong anaknya yang masih kecil. Seorang lelaki paruh baya didalam jembatan juga langsung sigap berlari membawa bungkusan kantong plastik hitamnya. Saya jadi bertanya, ada ada gerangan dengan orang-orang ini.

Begitu pandangan saya tertuju ke bawah jembatan, barulah saya mendapatkan jawabannya. Sebuah mobil patroli dari polisi pamong praja sedang melewati bawah jembatan tersebut dengan kecepatan pelan tapi tidak berhenti. Saya lalu berpikir bahwa mungkin anak-anak muda dan seorang ibu tadi adalah joki2 3 in 1 yang takut kalau dirazia oleh aparat tsb. Sementara lelaki paruh baya mungkin adalah seorang pedangang asongan yg biasa berjualan di tempat yg bukan seharusnya.

Saya tidak ingin mengomentari tentang benar dan tidaknya perilaku orang-orang yang berlarian tersebut atau juga tentang kegiatan patroli dari aparat yg biasa melakukan razia. Saya justru tertarik untuk melihat aspek yang lain. Kejadian diatas tentunya adalah sebuah contoh aktifitas lari yang sungguh mendebarkan bagi yang bersangkutan,

Setiap manusia pasti punya perasaan khawatir atau takut bila ia merasa telah berbuat salah dan hal tersebut pasti terlihat dari perilakunya. Maka tidak heran kalau perasaan bersalah tersebut akan menyebabkan manusia berperilaku yang ‘aneh-aneh”. Misalnya seorang pasangan suami istri yang berselingkuh pasti akan khawarir kalau telp genggamnya sekedar di buka-buka oleh pasangannya atau bahkan oleh anak-anaknya. Seorang pejabat kantor baik pemerintahan dan swasta yang korup juga akan berperilaku aneh untuk menutupi aibnya.

Lari, juga dapat dikonotasikan negatif dalam konteks tertentu. Lari dari masalah misalnya. Manusia seringkali berusaha menghindar dari masalah yang sedang dihadapinya, padahal setiap manusia pasti punya masalah dan masalah itu justru harus dicarikan solusinya. Dan kehidupan ini memang adalah pasti penuh masalah. Seorang yang punya hutang misalnya, seringkali selalu menghindar untuk bertemu dengan orang yang pernah berjasa menghutanginya. Seseorang yang pernah menzalimi orang lain dan secara sadar melakukan makian dengan kata-kata serampangan misalnya pasti akan malu bila dikemudian hari bertemu dg ybs. Masalah tidak akan selesai kalau kita selalu berperilaku mengindar dari masalah.

Lari dari tanggung jawab adalah contoh yang lain. Setiap kita pastinya diamanahkan tugas sesuai dengan posisi masing-masing baik di keluarga, kantor atau bahkan di masyarakat. Setiap amanah harus ditunaikan dengan baik karena pelanggaran terhadap amanah berarti sebuah penghianatan.

Kejadian tadi pagi di hari yang sama ketika naik ojek patut kita renungkan bersama. Tiba-tiba sang supir ojek, sambil mengendarai motornya, mengeluh akan perilaku oknum polisi yang selalu minta uang kepada para supir2 ojek ditempatnya. Oknum itu, jumlahnya bisa mencapai empat orang katanya. Pungutan liar tersebut bukannya satu kali dua kali tetapi secara rutin diminta per bulan seperti halnya orang gajian,dan jumlahnya sudah sangat keterlaluan menurutnya. Setiap bulan, ia harus merogoh kocek lebih dari RP. 100.000 untuk hal tsb padahal penghasilannya pas-pasan.

Oknum polisi tersebut mungkin lupa bahwa amanah yang dibebankan kepadanya adalah melindungi masyarakat dimanapun ia berada. Maka pungutan liar tersebut, apalagi dilakukan tanpa memperhatikan kondisi supir2 ojek2 merupakan sebuah kezaliman yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Akhir kata, andaikata setiap kita sadar akan peran dan tanggung jawab masing2, saya yakin kehidupan ini akan terasa lebih indah.

Wassalam

Nasrul Chair