JAKARTA, KAMIS 19-11-09

Berangkat dari rmh jam 6.30 pagi dg 3 mobil.  Suasana sedih dan haru meliputi semua anggota keluarga. Ungkapan doa terucap dari handai taulan dan tetangga. Tangis tak bisa dibendung, air mata terus mengalir. Mungkin ini adalah sebuah latihan (gladiresik) untuk sebuah perpisahan yg pasti akan terjadi pada semua orang yaitu KEMATIAN.

Tiba di Pondok Gede jam 7.30 WIB. Sambil menunggu rombongan yayasan, waktu dimanfaatkan utk bincang2 dan berfoto bersama keluarga di parkiran. Anak2 tergoda dg banyaknya mainan yg dijajakan penjual musiman disini. Suasana santai sangat terasa karena belum banyak jamaah yg datang di lokasi tsb.

Ketika jam menunjukan jam 8.30, saya  telp seorang jamaah yayasan utk menanyakan kedatangan rombongan, ternyata semua sdh tiba di pondok gede dan sedang di aula. Oleh karena itu, kami bergegas masuk melalui pintu belakang. Deru tangis sekali lagi tak dapat dihindari, karena disinilah titik perpisahan itu. Pengantar tdk diperkenankan masuk. Semua memeluk dan mendoakan kami semoga kita bisa bersama kembali di tanah air.

Teringat dan terbayang wajah anak-anak kami yg masih kecil, Fira, Syifa dan Zian. Hati-hati ya sayang, kita harus berpisah utk sementara waktu ini. Jangan lupa baca surat dari Abi dan Umi. Kami yakin Allah SWT akan melindungi kalian. Syifa memang sangat halus perasaannya, sehingga terdengar tangisannya sewaktu kami menuju aula. InsyaAllah ini karena bathin kami bersatu padu, terpaut dg rasa kasih sayang antara anak dan orang tua. Ya Allah, sunnguh nikmat yang luar biasa dari Engkau.

Setelah diperiksa SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama), di aula, kami antri untuk mendapatkan 1 set perlengkapan kesehatan yg berisi obat dan masker. Selain itu, kami jg mendapatkan gelang dan uang living cost sebesar 1.500 riyal.

Di kartu makan warna merah tertera Gedung H Kamar 217. Saya cek ke Apa Sakur, mertua yang juga ikut berangkat bersama, ternyata Alhamdulillah sama satu kamar. Istri saya juga tdk berjauhan, kamarnya 216. Dan Alhamdulillah, sungguh rejeki dari Allah SWT, kamar disediakan dg 2 tempat tidur  utk dua orang saja dg kamar mandi di dalam, dilengkapi dg AC dan lemari baju.

Saya teringat ketika dua thn lalu “berhasil” masuk ke asrama haji sewaktu mengantar kedua orang tua, kamarnya dilengkapi dg tempat tidur tingkat dg kapasitas mungkin sekitar 4-6 orang per kamar. Saya dulu membayangkan mungkin ini akan menjadi kamar saya sewaktu nanti berangkat haji. Tapi ternyata kamar saya jauh lebih baik. Terima kasih Ya Allah.

Sambil menunggu dzuhur dan makan siang, kami dipersilakan istirahat di kamar. Kami tentunya tdk ingin menyianyiakan kesempatan ini karena kabarnya nanti malam jam 3 dini hari sudah harus berangkat ke bandara. Saya Istirahat dulu ya….

SSSssssssssssssssssss

………………….

Mau tidur tapi ngk bisa….

Habis shalat dzuhur dan makan siang, rasa kantuk mulai datang. Tidur siang akhirnya jadi pilihan. InsyaAllah ba’da ashar harus kumpul katanya info dari yayasan.

Tidur dulu ahhh….Zzzzzzzzzzzzzzzzzzz…..

Satu jam waktu yg sangat cukup utk tidur. Ketika saya bangun, jarum  jam hampir mendekat ke angka 3 sore,  kamar gelap karena mati lampu. Ok, kalau gitu kami tinggal tunggu instruksi aja, tapi nampaknya hujan yg mengguyur cukup deras akan menjadi tantangan tersendiri terutama bagi yg mau shalat ashar di masjid.

Akhirnya bada ashar jadi kumpul di gedung D5 lantai 2 utk mendengarkan perkenalan dari perangkat kloter dan tanya jawab dg yayasan seputar ibadah haji.

Maghrib sd isya di masjid karena ada ceramah ttg kesehatan dan akhlak. Ba’da isya makan malam.

Zian, anakku yg paling kecil katanya nangis terus di rumah. Mungkin rasa kangen sdh mulai terasa, padahal tadi di asrama, dia termasuk yg cukup “tegar” alias tidak nangis ketika melepas di pintu masuk. Ya Allah, kami serahkan semua urusan ini kepadaMu. Kami tidak kuasa atas hal ini. Engkaulah yg memilikinya dan kami yakin Engkaulah yang akan menjaga anak-anak kami baik pada saat kami ada diantara mereka ataupun pada saat kami tidak bersamanya.

Setelah makan malam, briefing singkat bertiga di kamar 217 lalu istirahat tidur, persiapan utk besok. Ya Allah, jadikanlah tidurku, tidur yg indah. Saya ingin sekali bertemu dg Rasulullah SAW walau hanya dengan mimpi.