MEKAH, SENIN 23-11-09

Setelah istirahat di pondokan sampai siang, rombongan kembali ke Masjid il Haram jam 2 siang dan melakukan kegiatan masing2 seperti biasa sampai isya. Jam 9 malam, bis akan menunggu utk kepulangan ke pondokan.

Di Masjid il Haram, kami janjian ketemu dg Ceu Mimin dan A’Djajat yang lebih dulu berangkat ke Mekah. Mereka berangkat tgl 12 Nop dari embarkasi Jakarta setelah semalam menginap di asrama haji bekasi. Ceu Mimin adalah kakak kandung dari isteri saya. Beliau sekarang tinggal di Cirebon, Jawa Barat.

Karena pelataran Masjid  sudah penuh jamaah, maka kami memutuskan shalat ashar di luar. Setelah shalat, ada beberapa orang Turki bersama keluarga mereka, nampaknya ingin berkenalan. Sayapun tdk menyia-nyiakan kesempatan utk berkenalan dg mereka. Dengan bahasa Inggris, saya terlibat diskusi singkat dg mereka. Dan ternyata bahasa Inggris merekapun tidak lebih baik dari saya. Memang bahasa ibu mereka sebenarnya adalah bahas kurdi bukan bahasa Inggris. Jadi kami sama sama maklum lah.

Mereka tampak gagah gagah dan begitu juga dengan istri-istri mereka yg tampilan mukanya lebih mirip orang orang Eropa. Olehkarena itu kami tidak menyianyiakan untuk berfoto dan merekam video bersama mereka. Ya sekedar utk kenang-kenangan lah.

Setelah itu kamipun masuk melalui pintu 1 King Abdul Aziz Gate mengikuti rombongan jamaah dari Turki. Alhamdulillah tidak ada pemeriksaan dari askar akhwat karena suasana sangat padat. Biasanya askar2 tersebut memeriksa tas tas jamaah yg masuk. Apabila ditemukan kamera atau video kamera, biasanya diminta keluar alias tidak diperkenankan masuk. Mungkin ini karena ada peraturan yg melarang kegiatan memfoto atau video kamera di area dalam Masjid .

Sejak bada ashar sampai maghrib, saya berkenalan dg seorang anak muda dari Aljazair, namanya Nabti Haschem. Dia adalah seorang engineer utk Computer Science dari sebuah universitas disana yaitu University of Constantine. Beliau berangkat bersama ibunya, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal dunia.

Kami terlibat diskusi dan saling menceritakan banyak hal mengenai negara masing2. Kami bertukar no telepon dan alamat email. Saya catat di phonebook dg harapan bisa berkomunikasi terus sepulang haji.

Ini adalah salah satu hikmah ibadah haji. Jutaan orang berkumpul disana dari berbagai negara untuk saling kenal mengenal satu sama lain dan menjalin tali ukhuwah islamiyah.

Senang rasanya bertemu saudara sendiri dari keluarga disana (Ceu Mimin dan A’Djajat). Kamipun shalat sampai isya ditempat yg sama.