MEKAH, RABU 25-11-09

Bada shubuh mendengarkan tausiyah dan pengumuman2 dari pembimbing agar maksimal di perjalanan Armina (Arafah , Mudzalifah dan Mina).

Sebelum dzuhur dimanfaatkan untuk mempersiapkan barang2 yg mau dibawa. Mudah2an tidak ada yg terlewat.

Bis berangkat sekitar jam 4.30 sore ditengah rintik hujan yg mengiringi keberangkatan jamaah. Tiba di Arafah  jam 5.30 sore waktu setempat dan Alhamdulillah lalu lintas cukup lancar.

Setelah shalat maghrib dan isya dan makan malam dimaksimalkan untuk bertalbiyah dan berdoa. Istirahat jam 9.30 malam. Bangun jam 1.00 dini hari utk shalat tahajud dan doa.

Udara yg cukup dingin selepas hujan tidak merintangi niat kami utk bermunajat di tengah keheningan malam. Arafah  adalah tempat yg diberkahi dan maqbul utk berdoa. Oleh karena itu menyia-nyiakan waktu disana sungguh sangat merugi.

Selepas subuh, lantunan talbiyah dan doa bersahut sahutan di tenda2 Arafah. InsyaAllah para Malaikat menyaksikan hamba hamba Allah yg berdoa dan memohon ampun kepada Allah di tempat tersebut.

Rukun haji yaitu wukuf dimulai tepat jam 12 siang yaitu khutbah wukuf yang disampaikan oleh pembimbing. Khutbah yg penuh dg emosi dan penuh makna dibawakan dg sangat menggetarkan hati. Tak terasa, air mata terus menetes membasahi pipi menyesali semua kesalahan dan dosa baik kepada Allah maupun kepada orang tua, pasangan, anak, saudara, dsb.. Ada harapan besar bahwa Allah akan mengampuni kami semua.

Semua jamaah larut dalam suasana penyesalan, derai tangis terdengar diantara para jamaah ketika doa dilantunkan. Ya Allah, kami memang penuh dengan dosa dan kesalahan, maka berikanlah ampunanmu ya Allah. Seandainya Engkau tdk mengampuni kami, sesungguhnya kami termasuk orang-orang yg merugi. Terimalah wukuf kami Ya Allah, terimalah haji kami. Jadikanlah kami haji yang mabrur.

Tekad kuat dipancangkan kedalam hati agar menjadi manusia yang lebih baik sepulang haji. Lebih baik dalam ibadah, lebih baik dalam memuliakan orang tua, lebih baik dalam menyayangi keluarga, bertetangga, bermasyarakat, di kantor, dsb.

Ya Allah, terimalah doa kami, terimalah doa orang orang yg menitipkan doa kepada kami. Ampunilah kami dan mereka.

Selepas isya, jamaah menunggu giliran bis untuk menuju Mudzalifah di tenda semula. Waktu dimanfaatkan utk bertalbiyah yg dipimpin oleh pembimbing. Beliau juga berceritakan sejarah tawaf yg diambil dari sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam sejak kejadian protesnya Malaikat atas diangkatnya manusia sebagai khalifah di bumi, kisah penyesalan Nabi Adam dan Siti Hawa karena telah melanggar aturan Allah SWT sampai dengan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW secara singkat..

Ya Allah berikanlah kami kepahaman kepada AlQur’an dan islam secara benar dan mendalam agar kami bisa semakin dekat denganMu Ya Allah, Yaa Robbul ‘Alamiin.