MEKAH, KAMIS 03-12-09

Mabit di Masjidil Haram pada hari Kamis malam tanggal 3 Des 2009. Duduk didepan Kabah  dalam radius sekitar 30 meter di lingkaran Kabah . Suasana thawaf tak pernah berhenti walau tengah malam. Ini menunjukan kebesaran Allah SWT dimana namaNya dibesarkan dan disebut oleh jutaan bahkan milyaran manusia 24 jam tanpa henti.

Langit terasa sangat luas dan teduh menaungi atap Kabah. Subhanallah. Jadikanlah hati kami seteduh Kabah , kokohkanlah iman kami sehingga kami ingin selalu dekat dengan pencipta Kabah .

Lantunan dzikir, tilawah AlQuran dan shalat merupakan pemandangan yg sangat indah. Disini kami sungguh lupa dengan hiruk pikuk dunia yang selama ini sering memperdaya manusia, dan sering membuat orang lalai terhadap Sang Khalik.

Tidur di alam terbuka dibawah langit mengingatkanku pada sebuah lirik nasyid dari Opik “Dibawah langitmu, bersujud, semua memuji, memuja asmaMu. Dan bertasbih semua makhlukmu, tunduk berharap cinta dan kasihMu”.

Ya Allah, kami memang berharap kasih sayangMu, kami mohon ridhoMu, kami rindu untuk bertemu denganMu.

Mata tak bisa terpejam memandangi langitMu yang begitu indah dan luas dengan perasaan takjub dan ucapan Subhanallah. Padahal langit hanyalah salah satu ciptaanMu diantara sekian banyak yang Engkau ciptakan dan tak ada yang sia sia.

Akhirnya kami putuskan utk bangkit dan melakukan thawaf sekitar jam 12.00 dan selesai sekitar jam 1.00. Alhamdulillah, atas izin Allah, kami dapat shalat di Hijr Ismail, berdoa di bawah talang emas dan di depan multazam. Semua tempat2 tersebut disebut oleh Rasulullah sebagai tempat yg mustajab untuk berdoa. Namun demikian kami belum dapat mencium hajar aswad walaupun kami sangat menginginkannya. Situasi sangat padat sehingga belum memungkinkan untuk saat ini. Kami hanya berada sekitar 2-3 meter dari hajar aswad. InsyaAllah lain kali kesempatan itu akan datang.

“Keberhasilan” mencium hajar aswad bukanlah suatu prestasi yang disebabkan oleh kecerdikan dan kekuatan kita dalam memanfaatkan situasi yg ada. Akan tetapi semuanya atas izin dan kekuatan dari Allah SWT. Allahlah yang menggerakkan dan memudahkan langkah kita kemanapun tempat yang dikehendakiNya. Tidak ada kekuatan dan daya kecuali atas perkenan Allah SWT. Berdasarkan keyakinan tersebut kami yakin dapat memperolehnya suatu saat kelak.