MEKAH, SABTU 07-12-09

Ternyata memang benar apa yg disarankan oleh beberapa orang yang sudah berhaji bahwa ada kenikmatan luar biasa bisa bersama sama dg pasangan yg kita cintai dalam menjalankan ibadah di tanah suci Mekah.

Suasana kedekatan bathin menjadi semakin terasa, apalagi kita sama sama berdoa didepan Kabah  agar Allah melanggengkan rumah tangga kita, menjadikannya keluarga yg sakinah, mawaddah warahmah.

Sang suami berdoa “Ya Allah, jadikanlah istriku istri yang sholehah, yg taat kepadaMu dan kepada Rasul Mu serta taat kepada suaminya. Tambahkanlah keikhlasan dan kesabaran dalam melayani suaminya dan mendidik anak-anaknya. Jadikanlah ia sebagai bidadariku baik di dunia maupun di syurga kelak. Jadikanlah keluarga kami sebagai keluarga teladan di keluarga besar kami dan di masyarakat tempat kami tinggal.

Dilain pihak, sang istri berdoa “Ya Allah, jadikanlah suamiku suami yang sholeh yang dapat menjadi contoh tauladan di keluarga dan bisa memimpin ke jalanMu yang lurus. Jadikanlah dan tambahkanlah rasa kasih sayang diantara kami.

Subhanallah, mudah2an kami tidak menghianati janji kami berdua di depan Kabah . Segala bentuk perbedaan pendapat seyogyanya tidak membuat timbulnya percekcokan.

Jalan berdua untuk melakukan ibadah di Masjidil Haram, kunjungan ziarah ke beberapa tempat bersejarah bahkan “shopping” terasa sangat nikmat selayaknya sepasang kekasih.

Namun sayang, si Abah sdh satu minggu tdk aktif karena kesehatannya terganggu. Sehari hari dihabiskan untuk tidur dikamarnya. Bangun dari kasur hanya untuk ke kamar kecil, shalat atau makan. Makanpun seringkali harus sedikit dipaksa. Motivasi dalam dirinya masih sangat lemah, sehingga ikhtiar dan doanya belum maksimal untuk penyembuhan dirinya sendiri. Ya Allah berikanlah kesehatan kepada si Abah dan kita semua agar kami dapat menjalankan ibadah dengan sempurna dan penuh khusyuk.