MEKAH, KAMIS 10-12-09

“Hallo sayang, selamat ulang tahun ya” ucap saya kepada anak kami Zian. Hari ini dia berusia genap 5 tahun. “Abi, Abi……zian kangeeeen sama Abi dan Umi” sapanya melalui telepon dan diucapkan berkali kali. Suara yg sangat indah mengingatkan kami pada wajahnya yg lucu dan menggemaskan. Hampa rasanya kalau satu hari di rumah tidak menggodanya. “Habis lutu sih…” (Lucu maksudnya).

Ya Allah, berikankah kesehatan dan panjang umur kepada anak anak kami. Jadikanlah mereka anak anak yg sholeh dan sholehah yang taqwa kepadaMu, taat kepada NabiMu dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jadikanlah mereka anak2 yang pinter, cerdas, sehat lahir dan bathin, normal dan berguna bagi keluarga dan masyarakat. Jauhkanlah mereka dari bala dan bahaya, dan kumpulkanlah kami semua di syurgaMu Ya Allah.

Hari ini, umroh sunnah ketiga, mengambil miqot di Tan’im. Lokasinya tdk terlalu jauh sekitar 4 km dari Masjidil Haram. InsyaAllah diniatkan untuk nenek kami tercinta Aminah binti H. Idi. Sewaktu kecil, masih terekam dalam memori, sang nenek sangat baik hati dan selalu memberikan uang jajan dari kantong saku yg terletak didepan. Wajahnya bersih penuh rasa ikhlas. Orangnya sabar dan telaten. Ya Allah, hapuskanlah dosa2nya, terimalah amal sholehnya, berikanlah beliau nikmat kubur dan masukanlah beliau ke pangkuanMu, SyurgaMu Ya Allah.

Pertanyaan sering muncul dibenak kami, bisakah kami sesabar dan seikhlas beliau dalam mendidik anak anak kami. Kadang kami terlupa, emosi, atau marah kepada anak anak kami padahal mereka itu adalah amanahMu Ya Allah.

Ya Allah tambahkanlah kesabaran dan keikhlasan kepada kami dan istri kami dalam mendidik anak anak kami. Kami sadar mereka adalah amanah dan ujian buat kami.

Selepas thawaf, kami mencoba masuk ke Hijr Ismail dan Alhamdulillah walaupun padat kami berhasil masuk ke sana. Ini adalah kesempatan kedua kami bisa masuk kesana dimana malam Jumat sebelumnya kami juga bisa masuk kesana. Subhanallah, Allah SWT sungguh telah memudahkan kami. Pada saat didalam Hijr Ismail, beberapa orang berwajah Arab dan Afrika berpegangan tangan membuat barikade untuk mengamankan jamaah yg sedang shalat sunnah disana. Kamipun mendapat kesempatan dan kemudahan untuk melaksanakan shalat sunnah disana.

Karena begitu gembiranya, selepas shalat, saya peluk dua orang diantara mereka sambil mengucapkan “syukran ya akhi” terima kasih saudaraku. Suatu penggambaran sikap ukhuwah diantara sesama muslim walaupun kami berbeda bangsa dan warna kulit.

Selepas shalat sunah, kami langsung menengadahkan tangan dan berdoa di bawah talang emas, tempat yg mustajab menurut Rasulullah SAW. Tetesan air mata terus mengalir sementara bibir terus berucap berharap ampunan dari Allah SWT. Ya Allah, ampunilah sebanyak apapun dosa kami. Ampunilah dosa istri kami. Ampunilah dosa orangtua dan mertua kami dan dosa anak anak kami ketika mereka sudah akil baligh. Apabila Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, sungguh kami termasuk orang2 yg merugi.

 

Doa doa terus kami panjatkan sambil penuh harap Allah akan mengabulkan doa kami, baik doa yg kami ucapkan dengan lisan kami, doa yg kami tulis maupun doa yang terbetik dalam hati kami. Sungguh Allah SWT maha mengetahui apa apa yg ada di hati kami.  Dan kami yakin Allah SWT pasti mengabulkannya karena tiada yang maha menepati janji selain Allah SWT.