MADINAH, AHAD 27-12-09

Bada subuh merapat ke makam Rasulullah. Tiba2 timbul kerinduan yg sangat terhadap Rasulullah. Tak terasa air mata kembali mengalir ketika mendekat tempat peristirahatannya sebagai ungkapan rasa rindu kepadanya. Indah rasanya hati ini bila bisa bertemu dg orang yg paling kita cintai. Seolah olah beliau hidup kembali dan mengetahui apa yg sedang saya rasakan.

Ingin rasanya datang ke rumahnya dan mengetuk pintu Nabi “Assalamu’alaika Ya Rasulullah” “Assalamu’alaika Ya Habiballah”. “Salam dan sejahtera untukmu wahai kekasih Allah, wahai manusia yg paling mulia. Lalu saya membayangkan seolah-olah Rasulullah membuka pintu rumahnya dengan senyum manisnya dan beliau mengizinkan saya masuk.

Mungkin karena sangat haru dan rindunya, saya sampai tidak bisa berkata kata, mata ini hanya ingin menatap wajahnya yang teduh seolah tak ingin berkedip sedikitpun. Parasnya yg rupawan, sorot matanya yg tajam tapi penuh kelembutan, rambutnya sepundak, pipinya yg indah, dagunya yg besar, giginya yg rapi, hidungnya yg mancung, alis matanya yg tebal, dadanya yg bidang, badannya yg gagah membuat hati ini serasa ingin selalu dekat dengannya dan selalu ingin menatap wajahnya. Saya sangat rindu sekali dengannya.

Saya juga ingin memeluknya dengan dekapan yg erat sampai sampai dada kami bersentuhan dan mencium tangannya yang lembut dengan penuh hormat.

Saya juga ingin duduk mendengarkan nasehat nasehat beliau khususnya mengenai perbaikan diri saya pribadi. Ya Allah, jadikanlah kecintaan kepadaMu dan RasulMu menghiasi hati hati kami, hati istri dan anak anak keturunan kami dan jadikanlah kami golongan umat Nabi Muhammad SAW. Dan jadikanlah kami termasuk hamba hambaMu yang sholeh.

Ya Allah, tiada yang paling nikmat hati ini kecuali bisa menatap wajahMu di yaumil qiyamah kelak, tiada kenikmatan kecuali bertemu dengan kekasihMu, Rasulullah SAW. Ya Allah wafatkanlah kami sebagai hamba hambamu yg taat kepadaMu dan kepada RasulMu.

Masjid Ijabah

Masjid Ijabah di Madinah

Jam 8 jalan jalan pagi ke Masjid ijabah secara rombongan. Namun sayang masih ditutup. Menurut penjelasan, karena musim haji telah lewat, Masjid baru dibuka pukul 11 siang.

Namun demikian sebagian besar jamaah shalat dhuha di luar Masjid. Setelah itu dilanjutkan dengan kuliner ke warung jakarta. Disini tersedia berbagai masakan jakarta seperti sayur asem, sop buntut, dsb. Pokoknya serasa di kampung sendiri deh.