Tag

,

Berhari hari anakku Zian berlatih melantunkan lagu Ayahku yang diciptakan oleh pihak sekolah untuk mengisi acara Father’s Day yang merupakan acara rutin bagi siswa kelas satu disekolahnya. Tujuan acara tersebut untuk membina dan meningkatkan kepedulian dan keakraban sang ayah dengan anaknya.

Beginilah lirik lagu tersebut:

Judul : Ayahku Ganteng Sekali.

Ayahku ganteng sekali

Aku sayang padamu

Diapun sayang padaku

Oh..o..o…oooooo

Reff :

Bila ayah tersenyum,

manis sekali

ku berjanji di dalam hati

takkan menyakiti


Papaku ganteng sekali

Aku sayang padamu

Diapun sayang padaku

Oh..o..o…oooooo

Reff :

Bila papa tersenyum,

manis sekali

ku berjanji di dalam hati

takkan menyakiti

Abiku ganteng sekali

Aku sayang padamu

Diapun sayang padaku

Oh..o..o…oooooo

Reff :

Bila abi tersenyum,

manis sekali

ku berjanji di dalam hati

takkan menyakiti

Semua siswa nampak senang mengikuti acara tersebut apalagi semuanya didampingi oleh sang ayah tercinta. Walaupun ada beberapa orang tua yang bekerja diluar kota, mereka dipaksa anaknya dan menyempatkan diri mengikuti acara tersebut. Ini tentunya menjadi kebanggaan sendiri bagi sang anak. Alangkah sedihnya siswa apabila sang ayah tidak datang sementara temen2nya didampingi sang ayah masing-masing.

Olehkarena itu saya sempatkan diri untuk hadir pada acara tersebut walaupun tidak full mengingat ada acara penting berikutnya. Saya dan zian pamit pulang duluan jam 9.00 setelah mengerjakan tugas bersama yaitu menggambar.

Masing2 keluarga (ayah dan anak) diminta menggambar dengan media yang sudah disiapkan. Temanya bebas, namun sebelum menggambar, kami diperdengarkan cerita mengenai suatu episode kehidupan oleh ibu guru yang memandu acara tersebut dengan harapan dapat menjadi inspirasi untuk menggambar.

Setelah berdiskusi dengan Zian, akhirnya kami memutuskan menggambar sebuah sepeda, seorang anak perempuan dan pohon. Karena terburu-buru dan juga jujur aja..saya tidak ahli menggambar..maka hasilnya dipastikan kacau,heheh…No problem. yang penting selesai tepat waktu. istilahnya “selesai ngk selesai yang penting kumpul”..

Syifa, anak kami yang kedua, sempet2nya mendatangi papan tempat gambar tsb “dipamerkan”. Mau tahu apa komentarnya? “Abi, abi…gambarnya kacau” katanya. “Dan kok gambar sepedanya ngk jelas gitu”. “ini bukan sepeda biasa” saya berkilah (padahal memang begitulah adanya,heheh). Namun dibalik itu, ada juga temen Zian, namanya Qonita, yang memuji gambar tersebut. Wah…ini jujur apa ngk ya…. Itulah namanya seni, jelek atau buruk tergantung persepsi masing2, walapun saya merasa itu memang kacau..

Mau tahu gambarnya…..ini lihat dibawah….bagus khan,hehehe

Wassalam

Nasrul Chair