Tag

,

Kemarin saya membaca artikel internasional dalam harian seputar indonesia mengenai sebuah situs pembocor rahasia yang bernama WIkileaks. Situs ini didirikan oleh Julian Assange, yang menurut sumber Kompas adalah seorang wartawan Australia, aktivis internet yang dikenal sebagai juru bicara dan sekaligus Pemimpin Redaksi Wikileaks. Situs internet yang memasang dokumen-dokumen rahasia. Diluncurkan tahun 2006, organisasi nirlaba itu memiliki misi membocorkan informasi rahasia untuk memerangi korupsi pemerintah dan korporasi. Bagi para pendukungnya, ia dianggap sebagai seorang pahlawan yang gagah berani, namun bagi para pengkiritknya, ia dianggap seseorang yang mencari sensasi dengan menyebarkan informasi-informasi rahasia ke ranah publik.

Disinyalir oleh harian Sindo, Wikileaks sudah mulai merilis lebih dari 251.287 data kawat diplomatik dari berbagai kedutaan besar Amerika Serikat di seluruh dunia. Diantara data-data rahasia yang sudah dibocorkan oleh situs misalnya adalah:

  • dokumen yang mengungkapkan korupsi di Afghanistan, yang terbukti kian parah saat seorang pejabat senior ditemukan membawa uang tunai sebesar USD 50 juta saat dinas ke luar negeri
  • Strategi AS untuk mencegah Suriah mengirim senjata kepada kelompok Hisbullah di lebanon
  • Pengungkapan adalanya hubungan rahasia antara pemerintah Rusia dengan kelompok kriminal terorganisir.
  • Upaya AS untuk mengenyahkan uranium yang dikayakan dari reaktor riset di Pakistan sejak 2007

Disamping itu, yang lebih mencengangkan adalah adanya instruksi dari Menteri Luar Negeri Hillary Clinton kepada pejabat AS untuk memata-matai kepemimpinan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dokumen yang diungkapkan tersebut termasuk adanya permintaan pemimpin negara-negara arab kepada AS untuk menyerang Iran untuk mengakhiri program senjata nuklir negara tsb.

Selain hal-hal yang bersifat kenegaraan tersebut, dokumen rahasia juga membocorkan bagaimana para duta besar dan menteri AS memberikan sebutan-sebutan untuk beberapa pemimpin dunia melalui komunikasi kawat mereka. Misalnya, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy disebut sebagai kaisar tanpa busana dan juga sensitif dan otoriter. Vladimir Putin, PM Rusian disebut sebagai anjing alfa dan sedangkan Moammar Khadafi, pemimpin Libya disebut sebagai orang yang tidak bisa bepergian tanpa  seseorang yang disebut diplomat AS sebagai perawat Ukraina.

Akibat tindakannya tersebut, Pejabat AS sangat marah, bahkan menyebut Wikileaks sebagai “Organisasi Teroris Asing”. Disamping itu, situs tersebut juga saat ini  menjadi incaran serangan Cyber agar tidak dapat diakses oleh publik. Sayangnya, sebagian dokumen rahasia sdh disebar  ke beberapa media AS dan Eropa.

Pengungkapan2 dokumen rahasia tersebut, bagi kita, mungkin dapat menjadi informasi penyeimbang dari informasi2 formal yang keluar dari pemerintah atau pejabat negara ybs. Namun dibalik itu, ternyata ada fakta yang sangat kontroversial yang mencengankan semua pihak.

Bagi saya ini adalah sebuah keseimbangan hidup. Betapapun keburukan dan kebobrokan itu dikemas dan disimpan dalam tempat yang sangat “aman dan rahasia”, maka akhirnya akan terungkap juga. Waktulah yang akan membuktikan. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Semua  dapat berubah. Jatuhnya rezim Soeharto dan naiknya era reformasi adalah merupakan satu contoh dimana keseimbangan akan tercipta apabila kezaliman sudah mencapai puncak kebobrokannya.

Untuk para koruptor yang masih aman dan terbebas dari hukuman karena lemahnya sistem dan para penegak hukum. Tunggu saja waktunya. Anda pasti akan terungkap dan keadilan akan datang untuk menghakimi kezaliman anda. Waktu yang akan berbicara. Andaipun keburu meninggal dunia, maka keadilan itu justru sudah menunggu di alam akhirat nanti.

BTW, Apakah Wikileaks juga akan mengungkap dokumen rahasia dibalik Tragedi Menara Kembar WTC? Bagaimana menurut anda? Kita tunggu saja.

Wassalam

Nasrul Chair