Tag

,

Beberapa waktu lalu, salah satu faculty member dari kampus tempat saya mengambil program S2 menginformasikan kepada saya dan rekan thesis saya melalui email bahwa thesis kami menjadi salah satu nominasi untuk meraih “The Best Thesis Excellent Award”. Penganugerahan award tersebut direncanakan dilakukan pada acara Appreciation Night yang akan diselenggarakan di Hotel JWC Mariot tanggal 9 Desember 2010.

Dalam rangka seleksi tersebut, panitia mengundang kami untuk sesi wawancara dengan tim panel yang terdiri dari  Perwakilan Pihak Universitas dan IBM sebagai pihak sponsor.Setelah sesi wawancara, kami juga diminta untuk sesi pemotretan (seperti model aja,heheh) dan juga pembuatan klip video profil singkat yang menjelaskan carrer objective kedepan dengan sangat singkat dalam bahasa Inggris.Semuanya berjalan begitu saja, tanpa persiapan sama sekali, karena memang baru mengetahui hal tersebut ketika di lokasi tersebut.

Walaupun akhirnya tidak sampai menggaet trophy tersebut, saya mengganggap bahwa menjadi salah satu dari tiga nominasi (the best three) adalah merupakan suatu catatan tersendiri yang menarik.

Dalam ilmu management, istilah award, reward, penghargaan, apresiasi dan sebagainya sudah menjadi istilah umum yang dipakai untuk memberikan insentif terhadap suatu tindakan/ kinerja tertentu.  Award adalah salah satu bentuk dari reward yg dalam kamus wikipedia diartikan sebagai berikut: “an award is something given to a person or a group of people to recognize excellent in a certain field”. Award juga dapat dianggap sebagai a certification of excellent. Award dapat berbentuk trophi, titel/status, sertifikat, plakat, medali, lencana, pin, pita bahkan dalam beberapa hal dalam bentuk uang, misalnya Noble prize. Jadi pemberian award atau semacamnya tersebut sangat terkait dengan pengakuan terhadap prestasi seseorang atau kelompok dimasa lalu pada bidang tertentu.

Sejatinya, pemberian award ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu sebagai feedback atas prestasi yang telah diperoleh dimasa lalu. Ini tentunya sebagai wujud perhatian dan kebanggaan atas prestasi tersebut. Award juga dapat menjadi faktor pendorong atau motivasi menuju kinerja yang diharapkan oleh suatu organisasi baik bagi individu yang bersangkutan maupun pihak lain. Jadi ada fungsi edukasi yang inheren dengan program tersebut.Disamping itu, penghargaan dapat juga dijadikan sebagai ajang kompetisi yang sehat diantara anggota organisasi, perusahaan atau dalam berbagai tingkat sosial kemasyarakatan.

Namun demikian, perhatian yang berlebihan dan tidak komprehensif pada penerapan konsep ini dapat menimbulkan sikap pragmatisme. Untung rugi akan menjadi dasar pertimbangan utama seseorang dalam melakukan suatu tindakan tertentu. Mission dalam bekerja atau menjalankan aktivitas dapat saja bergeser yang awalnya loyal dan ikhlas menjadi selalu mengharapkan keuntungan sesaat tersebut.

Apabila kita diposisi sebagai pihak yang menerima berbagai award atau penghargaan tersebut, lalu bagaimanakah kita seharusnya menyikapinya? apakah dengan kesombongan, tepuk dada, merasa hebat, dsb dsb. Jawabannya Tentu tidak.

Setiap kebaikan atau kesuksesan yang dicapai seseorang pada esensinya adalah akumulasi dari berbagai dukungan yang bersumber baik dari diri sendiri maupun pihak lain baik tenaga, pikiran, pengalaman, biaya bahkan doa.

Saya selalu meyakini bahwa bisa jadi faktor terbesar kesuksesan kita justru bersumber dari orang lain misalnya berkat dukungan dan doa dari orang orang yang dekat dan kita cintai misalnya orang tua, istri/suami, anak-anak, rekan kerja, tetangga, atasan, bawahan, guru, dosen dan sebagainya. Bahkan tidak mustahil, kesuksesan tersebut sebenarnya hadir berkat doa dari orang-orang yang pernah kita bantu, anak yatim yang pernah kita santuni, orang-orang dhuafa yang senantiasa kita berdayakan, atau peminta minta di depan rumah yang pernah kita sisihkan rejeki untuk mereka.

Saya menjadi teringat dimana ada seorang pembicara mengingatkan kita dan memaparkan bahwa bisa jadi kita saat ini sedang menumpang hidup kepada anak-anak kita yang masih kecil kecil itu. Lho kok bisa? Logikanya begini. Mungkin Barokah rizki kita sudah semakin berkurang dikarenakan  begitu banyaknya dosa dan kesalahan yang kita pernah kita lakukan di dunia ini. Sementara anak-anak kita itu masih suci tanpa dosa sehingga keberkahan rezekinya saat ini dititipkan kepada kita sebagai orang tuanya.

Jadi sekali lagi, janganlah kita terlena dengan ukuran ukuran kesuksesan yang distempelkan orang lain kepada kita. Jadilah kita pribadi pribadi yang senantiasa berfikir dan berbuat yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat pada umumnya.

Salam sukses

Nasrul Chair