Tag

Euphoria masyarakat Indonesia terhadap kemenangan demi kemenangan yang berhasil ditoreh timnas sepakbola sampai babak semifinal piala aff seakan antiklimaks seiring kekalahan timnas pada leg I final semalam yang berlangsung di stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak tanggung tanggung, Indonesia harus menyerah 0-3 tanpa balas dari tim tuan rumah Malaysia.

Walaupun masih ada pertandingan leg 2 di Jakarta tanggal 29 Des mendatang, namun sebagaimana disampaikan oleh Alfred Riedl, pelatih Indonesia berkebangsaan Austria, peluang Indonesia untuk memenangkan trophy piala bergengsi di kawasan ASEAN tersebut relatif kecil yakni hanya sekitar 10 persen. Indonesia harus berhasil memenangkan pertandingan di Jakarta dengan skor min 4-0 yang menurutnya sangat berat.

Sementara itu masih teringat didalam benak kita, betapa euphoria masyarakat, para elit politik dan pemerintah termasuk liputan media sudah terlanjur memuncak sebelum laga dengan Malaysia tersebut dilangsungkan. Setiap tokoh politik dan pemerintah seakan berlomba untuk memberikan komentar thd “era kebangkitan sepakbola nasional”. Bahkan Jajaran pengurus PSSI pun  seakan ingin memberikan penegasan/pengakuan atas “keberhasilan” tersebut. Liputan media pun selalu menghiasi layar kaca dan koran2 nasional. Bahkan liputan entertainmentpun, yang sejatinya adalah berita seputar selebriti, dikemas sedemikian rupa sehingga contentnya tetap membahas masalah sepakbola nasional tersebut. Pemain sepakbola nasional dalam sekejab bak menjadi selebriti yang dinanti media melalui berbagai tampilan wawancara, kegiatan, profil pribadi hingga kehidupan keluarganya.

Ekspresi rasa senang/bahagia atas sebuah prestasi yang dicapai dalam bidang apapun adalah suatu yang sangat wajar. Yang tidak wajar adalah apabila dimaknai secara berlebihan. Namun, sebenarnya kitalah yang dituntut untuk menilai sendiri apakah expresi tersebut masih dalam batas wajar atau sudah dianggap berlebihan.

Saya ingat betul ketika masih duduk di bangku SD, SLTP dan SLTA. Ketika itu Alhamdulillah nilai rapor saya selalu menunjukan nilai yang bagus di sekolah bahkan saya sempat menjadi juara umum sewaktu di SLTP dan SLTA. Adalah merupakan suatu yang wajar apabila orang tua kita ikut merasakan kebahagiaan atas pencapaian tersebut. Saking bangganya, orang tua seringkali mengexpose keberhasilan tersebut didepan temen2 atau tetangga2 terdekatnya, yang menurut saya terkadang sesuatu yang tidak perlu. Dalam kehidupan bertetangga, memang seringkali timbul semacam rivalitas untuk membanggakan apa yang dimilikinya termasuk kebanggan terhadap anaknya masing2. Bahkan yang lebih parah lagi, ada orang yang selalu membanggakan anak orang lain hanya untuk sekedar “menjatuhkan” kebanggaan tetangganya. Ini terpaksa dilakukannya hanya karena dia merasa sudah tidak bisa lagi mengandalkan anak2nya sendiri sebagai bahan kebanggaannya didepan tetangganya tersebut.

Atmosphir seperti ini bahkan berlanjut sampai ke episode2 berikutnya dimana jumlah kekayaan, rumah, mobil dan pernak pernik dunia lainnya seakan menjadi amunisi baru dalam perlombaan kebangaan tersebut. Banyak orang akhirnya terprovokasi dan mencoba mencari segala cara untuk “memenangkan” perlombaaan kebanggaan tersebut.

Bagi saya, expresi yang berlebihan terhadap suatu “keberhasilan” justru dapat menjadi beban yang berat. Sama halnya dengan yang dialami oleh timnas kita. Expose media dan selebrasi yang berlebihan pada laga laga sebelumnya mungkin saja menjadi salah satu beban mental ketika timnas kita digunduli Malaysia semalam.

Olehkarena itu saya selalu berpesan kepada orang tua dan saudara2 untuk tidak membangga banggakan apapun secara berlebihan didepan orang lain yang sebenarnya tidak perlu. Lebih baik doakan saja agar keberhasilan apapun yang kita peroleh dapat menjadi sumber kebahagiaan yang bersifat jangka panjang serta dapat memberikan manfaat untuk orang lain. Sikapi saja dengan cara2 yang wajar dan proporsional. Ceritakan saja apa adanya apabila ada yang bertanya, dan jangan terlalu provokatif mempertontonkannya kepada orang lain yang tidak perlu.

Hidup ini akan terasa lebih nyaman dan bahagia apabila kita bisa mensikapi segala sesuatu dengan semestinya. Be proportional.

Wassalam

Nasrul Chair

Posted with WordPress for BlackBerry.