Tag

, , , , ,

“Selamat tahun baru pak” sang supir ojek menyapa saya di pagi hari sewaktu akan menuju kantor di bilangan Kuningan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Sikap pak ojek yang satu ini memang saya nilai agak berbeda dibandingkan dengan rekan-rekan seperjuangannya yang lain walaupun ia saya kenal sebagai ketua geng ojek di lokasi tersebut. Bahkan bukan kali ini saja beliau menyapa penumpangnya tapi juga beberapa waktu lalu misalnya ketika lebaran. Terkadang ia juga banyak membuka pembicaraan dengan menceritakan hal-hal seputar berita berita terhangat saat itu. Menurut saya, ia nampak sangat mengikuti perkembangan-perkembangan berita yang sedang hangat di masyarakat atau media.

Dalam beberapa kesempatan, ia juga terlihat mengatur “manajemen” penumpang dan memberikan kesempatan kepada rekan-rekannya yang lain utk mengantar penumpang yg datang. Tindakannya yang sungguh arif dan ramah sangat bertolak belakang dengan penampilan wajahnya yang terkesan “sangar” seperti halnya preman preman jalanan di ibukota.

Sikapnya tersebut kontan membuat saya dan mungkin penumpang lain juga terkesan. Betapa tidak, biasanya supir ojek hanya melakukan apa yg sudah menjadi job desc rutinnya, yaitu mengantar dan menurunkan penumpang dengan hanya sesekali berbicara seperlunya apabila ditanya. Sang supir ojek diatas berhasil menimbulkan impresi positif penumpangnya berkat sikapnya yang berbeda dari teman2nya. Walaupun bukan ahli marketing, secara tidak langsung sang tukang ojek diatas telah menerapkan strategi diferensiasi dalam menggaet konsumenya.

Menjadi berbeda saja menurut saya tidaklah cukup, tapi harus juga menjadi lebih baik (be better) dari pihak lain. Tidak dapat dipungkiri, biasanya hal hal yang extrem berbeda baik itu positif maupun negatif akan mengundang reaksi publik yang cepat pula. Apalagi bila menyangkut hal-hal yang kontroversial. Atensi akan naik, popularitas meningkat dan pemberitaan di media bahkan juga akan ikut terprovokasi.

Strategi diferensiasi

Dalam dunia management atau corporate strategy, bila disederhanakan, setidaknya ada tiga pilihan strategi yang biasanya digunakan oleh suatu perusahaan untuk memenangkan persaingan. Michael Porter, seorang pakar management yang terkenal dengan teori Porter five forces analysis, menyebutnya sebagai Three Generic Strategies. Tiga pilihan strategi ini meliputi cost leadership strategy, differentiation strategy dan focus strategy. Sementara Porter juga membagi market manjadi dua segment yaitu broad segment (industry wide) dan narrow (market segment).

Strategi cost leadership biasanya mengarahkan perusahaan untuk dapat memproduksi produk dengan harga yang paling kompetitif di industri dalam tingkatan level kualitas tertentu dan dapat menjualnya dengan harga rata2 atau bahkan dibawah harga pasar. Sasarannya adalah market share. Sedangkan focus strategy lebih mengarah ke narrow segment baik melalui keunggulan harga maupun differensiasi produk. Sasaranya adalah dapat memberikan pelayanan terbaik bila perusahaan fokus kepada segment market tersebut.

Sementara, differentation strategy mengarah pada penciptaan suatu produk yang memiliki keunikan dan keunggulan dibanding kompetitor lain. Dari sini diharapkan terjadi loyalitas sehingga perusahaan dapat membebankan harga premium kepada pelanggannya. Prinsip berbeda atau lebih baik juga ditekankan oleh Porter sbb : a differentiation strategy calls for the development of produc or service that offer unique attributes that are valued by customers and that customers perceive to be better than or different from the products of the competition.

Perusahaan yang menerapkan strategi diferensiasi melalui product leadership misalnya Apple, Inc. Dikomandani oleh sang visioner leader, Steve Jobs, produk-produk Apple diyakini pelanggan memberikan keunggulan-keunggulan yang membuatnya berbeda dan lebih baik dari produk-produk pesaingnya baik dari sisi tampilan, feature, teknologi, image dan sebagainya. Dan Apple seringkali menjadi trendsetter dalam perkembangan produk di pasar bahkan produknya sering dikenal “out of the box”. Olehkarena itu tidaklah mengherankan apabila sederet produk produk Apple misalnya iPod, iPhone dan terakhir iPad selalu dibanjiri pelanggan sejak saat launcing pertamanya.

Simpulan

Orang yang sukses adalah orang yang berfikir, bersikap dan bertindak diatas rata-rata orang kebanyakan. Be a different and better person

Salam sukses