Tag

Ketika sedang asyik-asyiknya membaca lagi buku Rich Dad, Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki di sebuah ruangan tamu, anak kami Zian dengan malu malu menghampiri saya dan memberikan secarik kertas lalu langsung pergi meninggalkan ruang tamu tersebut.

Spontan, mungkin karena penasaran, saya memutuskan langsung membaca isi tulisan tersebut. Mau tahu apa isi tulisannya? Walaupun dengan tulisan yang belum begitu baik dan struktur kalimat yang belum sempurna, isi tulisan masih dapat jelas terbaca. Isinya sebagai berikut: “abi umi, zian sayang banget sama umi abi, abi jangan pergi, umi juga jangan nigalin (ninggalin maksudya) zian. I love umi, I love, I love (tulisan love nya pake gambar hati)”.

Setelah membaca tulisan tersebut, saya tiba-tiba berfikir kenapa ya zian tiba tiba menulis spt itu. Pantas saja, tadi dia mondar mandir kearah saya seperti sedang ada keperluan. Saya benar benar tidak ngehh sampai zian memberikan kertas tersebut. Namun selesai membaca, saya spontan menghampirinya dan memeluknya. “Abi juga sayang sama zian, zian khan anak abi yang pintar dan sholehah” kata saya. Dekapan dan pelukan seorang ayah sangat berarti baginya. Saya ingin terus memeluknya sambil mengucapkan kata kata bernada kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya. Saking berkesannya, saya langsung menceritakan kejadian tersebut kepada istri dan istripun rasanya seperti terenyuh haru setelah membaca tulisan tersebut.

Dalam bayangan saya, mungkin zian sedang dalam kerinduan yang sangat untuk berdekatan dan bercengkerama dengan abi dan uminya. Masalahnya, saya fikir ia sedang asyik2nya bermain dengan kakaknya atau keponakan kami di ruangan lain. Saat ini kami sekeluarga sedang menikmati “liburan” ke rumah saudara di bilangan Cibeureum Bandung. Dibilang liburan sebenarnya tidak juga karena sebenarnya anak2 masuk sekolah hari jumat sementara kamis adalah tanggal merah yang bertepatan dengan tahun baru umlek 2011. Karena jumat adalah harpitnas alias hari kejepit nasional, anak2 dan istri mengajak saya ke bandung sekeluarga sampai minggunya. Kebetulan sejak selasa dan rabu, kedua keponakan saya dari Bandung menginap di Jakarta. Jadi sekalian mengantarkan mereka sekaligus liburan juga. Saya juga akhirnya mengalah dan meminta izin atasan untuk cuti kantor utk hari jumat agar bisa bablas libur sampai hari minggu.

Untuk menebus ketidakhadiran anak2 di sekolahnya masing masing, mereka menyiapkan buku buku pelajaran sebagai barang bawaan ke bandung. Apalagi Syifa, anak kami yang kedua, akan melaksanakan LSM (latihan soal mandiri) mulai hari seninnya. Kami bersepakat, jangan sampai “liburan” tersebut malah mengorbankan pelajarannya sendiri di sekolah terutama yang sedang ada tugas sekolah.

Saya mencoba berempati dengan zian dan berusaha memahami perasaanya. Olehkarena itu saya tawarkan diri untuk main main atau sekedar ngobrol-ngobrol. Namun karena hari sudah lumayan larut, ia memutuskan untuk tidur saja.

Sebagai manusia biasa, kami memang bukanlah sosok orang tua yang sempurna. Kami masih harus belajar dan belajar menjadi orang tua yang terbaik untuk anak anak kami. Kami masih perlu belajar dan belajar untuk menjadi contoh teladan dihadapan anak anak kami. Namun, rasa kasih sayang kami tidak akan pernah luntur oleh apapun karena kami menganggap anak anak kami sebagai anugerah terindah dalam hidup ini. Kami bersyukur dikaruniai Allah SWT, anak anak yang pintar dan sehat. Kami senantiasa berdoa untuk keberhasilan, kesehatan dan kebahagiaan untuk mereka dunia akhirat.

Akhir kata,
We love Fira
We love Syifa
We love Zian
We love Shanza
We love you all

Salam bahagia

Nasrul Chair

Posted with WordPress for BlackBerry.