Tag

, , , ,

Seorang ibu ini tergolong unik. Ia adalah salah satu pengusaha wanita yg menurut saya cukup sukses dalam menjalankan bisnisnya dari mulai SPBU, minimarket, usaha rotan sampai pada usaha bahan bangunan. Kalau dikalkulasi secara sederhana, mungkin skala bisnisnya mencapai angka milyaran rupiah. Entah bisnis apa lagi yg akan dibuatnya dimasa datang. Yang jelas, dari hasil diskusi denganya, Ia tidak pernah membatasi diri dalam satu konteks bisnis tertentu. Kalau dalam kamus bisnis kita sering mengenal istilah konglomerasi.

Gayanya terkesan bukan seorang yg pakar dalam urusan manajemen. Low profile, apa adanya, dan sederhana. Ia sering tampil sendiri bahkan seringkali menyetir sendiri kemana Ia mau pergi dengan kendaraan avanza yg berwarna abu abu metalik itu.

Ketika ditanya mengenai kekawatiran terhadap tingkat persaingan yg semakin tinggi yg dapat mempengaruhi keberlangsungan usahanya, Ia dengan santai menjawab “ah, rejeki mah sudah ada yg mengatur”. “Saya mah lillahi ta’ala aja” Ia berujar dalam kesempatan yg lain. Ini artinya Ia tidak pernah mengkhawatirkan masalah tsb sementara banyak orang berani menghalalkan segala cara demi memenangkan persaingan.

Bagi saya, pernyataan ibu diatas mencerminkannya nilai nilai dasar (value) yg diyakininya. Dan tiba tiba saja, secara sembarangan, saya mengistilahkannya sbg manajemen by pasrah atau manajemen lillahi ta’ala yaitu mengandalkan sepenuhnya urusan kepada sang pencipta dan pemberi Rizki. Pasrah atau tawakkal ini bukan berarti meniadakan ikhtiar. Saya yakin kita semua sepakat bahwa ikhtiar itu hukumnya wajib, artinya tdk perlu diperdebatkan lagi.

Namun banyak dari kita yg seringkali terpesona dengan diri kita sendiri. Kita acapkali menganggap bahwa keberhasilan kita adalah buah dari kepintaran dan kerja keras kita. Teori2 manajemen yg kompleks seperti balance scorecard, sig sigma, value creation, blue ocean strategi, kaizen atau istilah2 lain seringkali kita anggap sbg faktor penentu menuju keberhasilan di jaman modern ini. Akhirnya “kecerdasan,kepintaran, pengalaman, skill” atau apapun yg ada dalam diri kita seolah menjadi jaminan kesuksesan bahkan seolah menjadi “Tuhan” baru kita.

Penuturan ibu diatas menyadarkan kita bahwa ada “invisible hand” yg mengatur semua urusan kita. Dialah tempat meminta, Dialah sebenarnya yang Maha Kaya, Dialah yg dapat menolong semua urusan kita dan Dia pula lah yg sebenarnya sumber dan jaminan kesuksesan kita.

Salam Sukses