Tag

,

Seorang ibu kira kira berumur empat puluh lima atau lima puluhan berlari dengan tergesa gesa untuk menghindari kereta yang hanya beberapa meter berada di belakangnya. Karena panik, ia justru berlari menyusuri rel kereta sambil berupaya sekuat tenaga untuk mencapai area keluar lintasan dan menuju pintu keluar agar terhindar dari hamparan kereta. Mungkin karena panik juga, langkahnya nampak tergopoh gopoh, terasa berat dan seperti tertatih tatih. Padahal ia hanya perlu satu langkah saja bila ia memutuskan untuk berdiri di tengah tengah diantara dua jalur kereta itu untuk menghindari terjangan kereta yang sangat menakutkan itu.

Suasana menjadi semakin dramatis karena sebagian penumpang lain yang berada di stasiun, terutama kaum hawa, berteriak teriak. Ada yg menyemangati agar si ibu bisa berlari lebih kencang lagi dan ada pula yang berteriak penuh was was mengkhawatirkan keadaan si ibu tadi. Apa jadinya kalau si ibu tadi jatuh dan tersambar kereta, pikir mereka. Untung saja, kejadian yang tidak diharapkan itu akhirnya tidak terjadi. Si ibu berhasil menuju pintu keluar dengan selamat dan orang orangpun akhirnya bisa menarik napas dengan lega..

Panik memang suatu kondisi yang kitapun kadang tidak pernah luput darinya. Dalam keadaan panik, orang biasanya sering melakukan hal hal yang tidak semestinya. Jalan seolah buntu, masalah seakan tidak pernah terselesaikan, pikiran mandeg dan tidak bisa berpikir rasional seperti biasanya. Syetanpun rasanya senang dengan kondisi ini karena ia bisa memprovokasi manusia untuk melakukan hal hal instan yang negatif sebagai solusi. Perasaan panik juga dapat membuat orang terhalang dari terbukanya kemungkinan kemungkinan lain sebagai solusi atas masalahnya sebagaimana contoh kasus seorang ibu diatas.

Karena panik baru saja diputus oleh kekasihnya, ada saja anak muda yang gelap pikiran dan akhirnya nekad bunuh diri. Padahal otak rasionalnya sebenarnya bisa menalar bahwa masih banyak wanita lain yang mungkin lebih baik dari kekasihnya tersebut. Ada juga yang rela mencopet, merampok bahkan membunuh orang lain karena panik terhadap masalah yang sedang dihadapinya.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, panik memang dikaitkan dengan situasi bingung, gugup atau takut dengan mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang). Sementara kepanikan berarti kegugupan (kebingungan dan ketakutan) serta kecemasan. Dalam keadaan panik, orang bisa cenderung melarikan diri, sembunyi atau menghindar dari masalah yang dihadapinya.

Dalam ilmu pikiran atau manajemen otak (brain management), pada saat panik biasanya otak kita berada dalam frekuensi gelombang gamma. Gelombang Gamma cenderung merupakan yang terendah dalam amplitudo dan gelombang paling cepat.  Gamma adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh.

Pada saat panik, otak biasanya dapat kehilangan fokus dan konsentrasi sehingga kerapkali memunculkan reaksi emosi negatif. Apabila tidak dikelola dengan baik, maka kepanikan akan menjadi keadaan yang sulit dikendalikan. Jadi sekalilagi, apapun yang terjadi dengan kita atau lingkungan kita, berusahalah untuk tetap terkendali dan dont be panic..

Salam sukses