Tag

,

Ada banyak kenikmatan hidup yang baru bisa kita rasakan setelah kita melewatinya melalui sebuah proses perjuangan. Sama halnya ketika kita baru bisa merasakan nikmatnya sehat setelah merasakan suatu kepayahan/sakit.

Sebagai contoh beberapa waktu lalu. Saya berkesempatan menjadi panitia yang membantu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masjid komplek dekat rumah.

Seperti tahun tahun sebelumnya, saya memposisikan diri membantu memotong daging menjadi ukuran kecil kecil agar bisa ditimbang sebelum dibungkus oleh panitia yg lain. Beberapa warga dan pengurus masjid juga ikut terlibat dalam even tahunan tersebut.

Pelaksanaan pemotongan dimulai pukul 8 pagi dan baru selesai sekitar pukul 5 sore. Nyaris hampir setengahharian. Bagi kita yg tidak terbiasa, memotong daging dalam jumlah sangat banyak (11 ekor sapi dan puluhan ekor kambing), bukanlah perkara mudah. Tahun2 sebelumnya, beberapa panitia sempat mengeluhkan sakit/nyeri pada tangannya atau pinggang dan punggungnya ketika keesokan harinya Bahkan ada juga yg sampai meliburkan diri ke kantor.

Lalu apa yang didapat oleh mereka? Mungkin mereka berhak membawa pulang satu atau dua bungkus daging. Kalau dilihat dari nilainya, memang tidaklah seberapa. Mereka hanya perlu beberapa puluh ribu rupiah utk membelinya di pasar pasar dan tidak perlu berjibaku dari pagi sampai petang. Tapi arti perjuangannyalah yg membuat bungkusan daging tsb menjadi istimewa.

Mendapatkan sesuatu dengan mudah sangat berbeda artinya dengan bila melalui suatu proses perjuangan. Begitu pula jabatan, rumah, kendaraan, dan aset yg kita miliki. Akan sangat berbeda nilainya bila diperoleh dengan cucuran keringat dan pengorbanan sendiri bukan melalui pemberian dari orang tua atau pihak lain.

Sesuap nasi dengan lauk ala kadarnya yg diperoleh seorang tukang becak setelah mengayuh seharian mungkin jauh dirasakan lebih nikmat dibandingkan hamparan makanan di hotel mewah berbintang yg sering kita nikmati.

Itulah sebabnya, Neno Warisman dan banyak pakar pendidikan menyarankan agar kita tidak selalu memenuhi keinginan anak anak kita tanpa melalui suatu proses perjuangan. Mereka sebaiknya dilatih untuk berbuat sesuatu terlebih dahulu, walaupun hal hal yang relatif sederhana, sebelum mendapatkan tuntutannya.

Salam perjuangan
Nasrul Chair