Tag

, ,

Artikel diambil dari http://nasrulchair.com/?p=996

Budi dan Jimmy (bukan nama sebenarnya) adalah dua sahabat yang sangat akrab sejak kecil dan saat ini mereka bekerja di tempat yg sama. Budi penghasilannya masih pas pasan sedangkan Jimmy sudah lebih mapan secara ekonomi.

Suatu hari mereka berdua makan siang bersama di kantin kantornya. Jimmy memesan bakmi sedangkan Budi ternyata membawa bekal makanan sendiri dari rumah yg berisi sebuah roti dg selai kacang. Maklum, penghasilannya masih pas pasan shg tdk mencukupi kalau jajan di kantin tsb.

Hari berikutnya mereka juga makan bareng dan kali ini Jimmy memesan somay sementara Budi masih jg membawa bekal makanannya sendiri. Setelah dibuka ternyata isinya sama yaitu roti dan selai kacang.

Hari berikutnya bahkan beberapa hari setelah itupun mereka juga terus makan bareng. Pemandangannyapun sama. Jimmy selalu pesan makanan yg berbeda beda sementara Budi konsisten dengan selai kacangnya.

Penasaran dg itu, Jimmy bertanya kepada Budi “Bud, kenapa setiap hari makannya roti dg selai kacang terus. Apa ngk bisa diganti makanan lain, selai coklat ke, selai strawberry ke atau lainnya. Apakah istrimu ngk bs buat makanan lain selain roti dan selai kacang?” Dengan senyum khasnya Budi menjawab “bukan, bukan istriku yg buat tapi sebenarnya aku sendiri yg buat”

Pelajaran yg bisa kita dapat dari kisah singkat diatas adalah ternyata banyak orang menginginkan perubahan pada dirinya, entah perubahan karir, kenaikan penghasilan, keharmonisan keluarga, pertumbuhan bisnis, dsb tapi sebenarnya dia melakukan tindakan yg sama terus sepanjang waktu secara konsisten. Yang dilakukannya sebenarnya relatif itu itu saja. Bahkan dia sering mengeluhkan keadaan yg dialaminya dan berharap perubahan itu datang dengan sendirinya.

Dia mungkin sebenarnya menginginkan selai yg lain spt strawberry, coklat, nanas, dsb tapi yang dilakukannya selalu membuat selai kacang. Makanya jadilah selai kacang terus. Dan itu dilakukannya secara konsisten dari waktu ke waktu. Dia tidak melakukan perubahan apapun dalam tindakannya.

Jadi rubahlah tindakan kita menuju apa yg kita cita citakan.

Salam perubahan

Nasrul Chair

“Dikutip dari cerita motivator muda Bong Chandra dalam Bong Chandra School of Billionaire Preview