Tag

,

Pernahkah kita baca iklan lowongan pekerjaan baik di media cetak atau media elektronik? Bila iya, coba perhatikan iklan lowongan dibawah:

Qualifications:

1. Graduate of any 4-year business related course

2. Analytical, able to negotiate with counterparty banks

3. Excellent oral and written communication skills

4. Willing to extend beyond office hours

5. Can work under minimum supervision

Coba kita perhatikan persyaratan nomor 5, apa maksudnya? Secara bahasa kita bisa artikan sebagai “mampu bekerja dengan tingkat supervisi yang minimal”. Lalu what does it mean?

Dalam pengertian yang lebih luas, hal itu bisa diartikan bahwa dalam bekerja, ia mampu mengorganisir sendiri pekerjaannya dengan baik sesuai target yang diharapkan tanpa harus diberikan pengarahan secara mendetil oleh atasan. Dengan kata lain, hal tersebut menyangkut masalah kemandirian.

Kemandirian dalam bekerja ternyata merupakan hal yang sangat sangat penting. Walaupun tidak disebutkan didalam kualifikasi secara explisit, hal tsb mutlak menjadi persyaratan kerja dimanapun kita berada.

Kemandirian pasti terkait dengan kedewasaan atau tingkat kematangan seseorang (maturity) dalam bekerja. Semakin dewasa dan semakin tinggi posisi, orang seharusnya semakin mandiri dalam bekerja. Namun demikian kedewasaan/kematangan seseorang belum tentu berbanding lurus dengan usia. Kadangkala, orang yang masih relatif muda sudah terbiasa mandiri dan sebaliknya orang yang secara umur sudah lebih tua justru berperilaku sebaliknya.

Oh kalau gitu, faktor apa saja yg bisa membuat orang mampu bekerja secara mandiri. Ada beberapa kemungkinan

1. Faktor Kesadaran

Faktor kesadaran akan peran dan tanggung jawab thd pekerjaan memegang peran yg sangat penting. Dalam kondisi tertentu, seringkali kita tidak dibekali sistem kerja yg cukup detil atau memang berada dalam sebuah perusahaan baru yg belum memiliki sistem kerja yg memadai. Namun, dengan memiliki kesadaran ini, kita akan mencoba memaksimalkan potensi demi mewujudkan peran dan tanggungjawab tersebut. Seringkali kita harus berinisiatif terhadap hal-hal yg belum diatur dalam perusahaan. Bahkan kita rela juga  membantu bidang2 lain diluar bidang pekerjaan utama kita.

2. Faktor Sistem.

Dalam perusahaan yg sudah tersistem dg baik, apalagi perusahaan2 multinasional, semua hal telah terjabarkan dalam sistem kerja dan job desc seseorang baik melalui prosedur kerja,  formulir-formulir manual ataupun melalui sistem aplikasi perusahaan. Dalam kondisi ini, semua orang secara otomatis harus patuh menjalani sistem yg sudah ada di perusahaan tsb dan bekerja secara mandiri sesuai ruang lingkup tugasnya.

3. Faktor  Atasan

Seringkali orang “terpaksa” mandiri karena memiliki atasan yang banyak memberikan kebebasan kepada bawahannya. Hal ini mungkin karena rasa percaya yg besar thd bawahan atau bisa juga karena atasan tidak mau terlibat pada urusan-urusan yang terlalu mendetil. Terlepas dari segala plus minusnya, faktor ini juga bisa menjadi pendorong seseorang menjadi mandiri.

Dalam konteks yang lebih luas, kemandirian juga bisa didorong oleh faktor keluarga dan lingkungan. Semakin didikte secara berlebihan, orang cenderung menjadi tidak mandiri. Sebaliknya semakin diberikan kebebasan  yg disertai penekanan akan rasa tanggungjawab, justru akan semakin mandiri.

Salam kemandirian.

Nasrul Chair