Ketika saya tap kartu e-money, gerbang tol tak kunjung terbuka. Saya coba berkali kali tapi tapi tetap saja gagal. Bahkan saya ganti dg kartu e-tol lain namun tetap tak terbuka juga palang pintul tolnya. Oh rupanya saldo dana ternyata tidak cukup. Maklum saya hampir jarang sekali menggunakan kartu tsb karena biasanya selalu menggunakan gardu manual dengan uang tunai.

Saya berusaha untuk tidak panik namun perasaan bingung tidak bisa dihindari. Saya tekan klakson mobil beberapa kali namun petugas tol tak kunjung datang. Padahal antrian mobil dibelakang sudah mulai mengular dan mereka juga rasanya mulai tidak sabar. Beberapa kali terdengar suara klakson dari mobil belakang.

Untung saja tiba tiba seorang ibu yg berada di mobil lajur kanan membuka kaca jendela mobil dan menawarkan kartu e-tolnya. Uhh rasanya seperti Allah mengutus malaikatNya utk menolong saya saat itu. Perasaan bingung mendadak sirna. Ibu itu bak pahlawan bagi saya pada saat itu bahkan mungkin juga bagi beberapa pengendara lain di belakang saya. Bayangkan saja. Berapa lama dan panjang kemacetan yg bisa terjadi andaikata ibu tsb tidak menolong memberi kartunya. Setelah selesai saya selipkan uang saat mengembalikan kartu tsb dengan nilai melebihi tarif tol di gerbang tsb.

Saya teringat bahwa kemarin tepatnya tgl 10 Nop bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan untuk mengenang para tokoh yg telah berjasa bagi bangsa ini.

Bagi saya, ibu diatas adalah juga seperti seorang pahlawan bagi saya pada saat itu. Kenapa? Karena menurut saya, ibu tersebut memiliki sifat sifat yg dimiliki oleh para pahlawan, misalnya sbb:
1. Peduli
Orang yg memiliki sifat pahlawan adalah orang yg peduli kepada nasib orang lain. Dia tidak egois memikirkan dirinya sendiri. Baginya memikirkan diri sendiri sudah dia lewati dalam tahapan kehidupannya. Dia merasa senang bila membantu orang lain.
2. Rela berkorban
Dulu para pejuang mengorbankan tenaga, pikiran harta bahkan nyawa demi memerdekakan bangsa ini dari para penjajah. Mereka tidak pernah menghitung untung rugi atau balas jasa atas pengorbanannya tsb.
3. Fokus pada solusi
Seorang pahlawan bukanlah orang suka mengeluh dan meratapi keadaan. Mereka juga bukan orang yg selalu senang menyalahkan pihak lain apalagi sekedar mencaci maki. Baginya bertindak adalah bagian dari solusi.
Dalam konteks kasus diatas, daripada ikut2an membunyikan klakson, si ibu memilih menawarkan kartunya sbg solusi.

Jadi menjadi pahlawan dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja dan dalam konteks keadaan apapun. Jadilah pahlawan bagi pasangan dan anak anak di keluarga kita, jadilah pahlawan di tempat kerja kita dan jadilah pahlawan dimanapun lingkungan kita. Lakukanlah kebaikan, walaupun kecil, mungkin sangat berarti bagi orang lain.

Selamat Hari Pahlawan
Merdeka!

Nasrul Chair