Radio Talk Show Smart FM Jakarta
Smart Happiness by Arvan Pradiansyah
4 Desember 2015
Ditulis oleh Nasrul Chair

Pada hakekatnya harga diri terdiri dari dua komponen, dan dua duanya harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin punya harga diri yaitu:

1. Pride artinya kebanggaan.

Pada dasarnya manusia harus merasa bahwa dirinya adalah the one and only artinya memiliki keunikan yang tidak akan sama persis dengan orang lain. Setiap orang punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Setiap orang harus memiliki rasa kebanggaan terhadap dirinya sendiri sehingga dia bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh makna.

2. Shame, artinya rasa malu

Orang yang memiliki harga diri juga harus memiliki rasa malu. Malu bila melakukan kesalahan, malu bila merugikan atau mendzolimi pihak lain, malu bila tidak memiliki kontribusi dsb.

Ada 4 tipe manusia:
1. Has Pride and shame, memiliki kebanggaan dan rasa malu. Kondisi ini membuat orang tersebut merasa berharga, mulia dan pada akhirnya menjadi bahagia.

2. Has pride but no shame, memiliki kebanggaan tetapi tidak memiliki rasa malu.

Ini tipe orang yang sombong dan tidak beriman karenan dia hanya membanggakan dirinya sendiri namun tidak memiliki rasa malu bila melakukan kesalahan. Seringkali menolak bahkan cenderung ofensif bila dinasihati. Nabi SAW mengatakan bahwa salah satu indikasi iman adalah memiliki rasa malu.

Tanpa rasa malu, orang akan cenderung menjadi pribadi yang tertutup dari kebenaran (covered) atau kufur. Dia tetap merasa percaya diri walapun melakukan kesalahan dan kesalahannya telah gamblang diketahui orang lain.

Dirjen Pajak baru saja menyatakan mundur dari jabatannya karena tidak berhasil mencapai target tahun ini. Padahal ia baru saja diangkat jadi Dirjen  bbrp bulan lalu. Artinya, beliau menunjukan sikap yang elegan yang patut dicontoh, merasa malu bila tidak mencapai target dan mundur walaupun tidak diminta. Padahal hal tersebut bukanlah suatu kejahatan. Apalagi banyak pengamat menyatakan bahwa target penerimaan pajak tahun ini dianggap sangat ambisius dan kurang realistis.

Budaya Jepang juga dapat menjadi contoh dimana para pejabat menyatakan mundur apabila diketahui melakukan kesalahan atau merasa tidak berhasil dalam mengatasi persoalan. Bagi orang Jepang, harga diri itu bahkan dianggap lebih tinggi dari kehidupan itu sendiri.

Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-won mengundurkan diri dari jabatannya pada April 2014 sebagai bentuk tanggung jawab atas keteledoran aparatnya mengatasi feri Sewol yang tenggelam. Dari 476 penumpangnya, 183 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 100 orang lainnya belum ditemukan. Perdana Menteri Korea Selatan penggantinya yaitu Lee Wan-koo juga mengajukan pengunduran diri pada April 2015 karena isu skandal suap.

Menteri di Korea Selatan yang bertanggung jawab atas layanan energi, Choi Joong-kyung, pada September 2011 juga mengajukan pengunduran diri karena merasa malu atas kasus mati lampu massal yang sempat meresahkan sebagian rakyat di negeri ginseng itu.

Beberapa contoh diatas menunjukan budaya malu telah menjadi kultur di Negara tersebut.

3. No pride but has shame, tidak memiliki kebanggaan diri tetapi memiliki rasa malu. Ini tipe manusia rendah diri.

4. No pride and no shame, ini merupakan tipe manusia anti sosial

Pride atau kebanggaan seseorang biasanya didasarkan pada hal-hal sbb:

1. Fisik, misalnya tubuh yang cantik/ganteng, harta yang banyak dsb

2. Sosial emosional, misalnya banyak teman, banyak follower, menjadi selebrity, selalu menjadi center of attention termasuk memiliki jabatan dan penghargaan.

3. Mental, misalnya memiliki ilmu, keahlian, skill, profesionalisme

4. Spiritual, artinya dia memandang bahwa dirinya berharga bagi orang lain. Dia merasa ada misi khusus yang dititipkan kepadanya sebagai tujuan penciptaannya dari Sang pencipta Allah SWT.

Semakin intangible, semakin tinggi landasan harga diri seseorang.

Sumber harga diri adalah perasaan kita terhadap diri sendiri. Seseorang harus merasa berharga dimata diri sendirinya, dan ini yang akan menjadikannya bahagia.

Seseorang juga harus merasa malu pada dirinya sendiri misalnya malu bila dibiayai orang tua terus, malu makan gaji buta, malu buang sampah sembarangan, malu bila mengeluh terus, malu bila tidak mencapai target dsb.

Bagi para professional, kontribusi dia di tempat kerja harus lebih tinggi dari tugas yang dibebankan kepadanya. Artinya, dalam pandangan orang lain, lebih baik underpaid daripada overpaid.

Kesimpulannya adalah bahwa harga diri sangat penting mempengaruhi kebahagiaan seseorang